Indonesia Butuh Pusat Transplantasi Hati

Kompas.com - 25/04/2010, 04:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Usai sukses melakukan operasi pencangkokan hati pada balita Ramdhan Aldil Saputra yang berusia tiga tahun yang ditansplantasikan dari Sulistiyowati (ibu Ramdhan), tim dokter Transplantasi Hati RSUD dr Soetomo berharap Indonesia memiliki pusat transpalntasi hati.

"Pusat transplantasi hati ini kini sangat dibutuhkan. Pasalnya, jumlah penderita kelainan hati cukup banyak di Indonesia. Kendati operasinya membutuhkan dana yang mahal, namun kami yakin ini bisa direalisasikan," ujar anggota tim Tansplantasi Liver RSUD dr Soetomo Ahli saluran Pencernaan, dr Iwan Kristiawan saat ditemui di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu malam (24/4/2010).

Untuk melakukan pencangkokan hati pada Ramdhan membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar. Sehingga, untuk membuat pusat transplantasi dan melakukan operasi pada pasien lain, maka membutuhkan dana yang besar.

Gubernur Jawa timur, Soekarwo mengatakan, untuk bisa merealisasikan itu perlu dukungan dari banyak pihak. Misalnya, jika pusat transplantasi hati ini dibangun di RSUD dr Soetomo, maka ini akan menjadi tanggung jawab bersama.

"Prinsipnya Pemprov Jatim siap mendukung dengan dibantu oleh pihak donatur dan masyarakat yang peduli," katanya. Namun, lanjut dia, sebelum meralisasikan itu, maka dokter di Jawa Timur harus sekolah dulu di Oriental Organ Transplantasi Center (OOTC) di Tianjin, Tiongkok.

Untuk biayanya, kata Soekarwo, ini bisa dibantu pemprov oleh pemprov dan donatur. Setelah ada SDM yang jumlahnya dan kualitasnya cukup memadai, maka untuk membangun pusat transplantasi ini sangat mungkin bisa direalisasikan.

Soekarwo pun mengucapkan terima kasih pada tim dari OOTC yang telah bersedia membantu proses operasi Ramdhan. Ia juga berharap, kerjasama yang lebih menekankan pada aspek kemanusiaan dan kesehatan ini dapat terus berlanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau